1.000 Detonator Disita Petugas Di Pelabuhan Nusantara Parepare

banuabicara.com – Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Abdul Haris Nicholaus menyampaikan bahwa 1.000 detonator yang disita petugas di Pelabuhan Nusantara Parepare merupakan milik pasangan suami istri diduga berasal dari Malaysia dibawa dari Nunukan, Kalimantan Utara.

“Pelaku inisial AR (27) merupakan warga Parepare, sementara istrinya inisial IC berhasil kabur dan masih kami buru,” Kata Abdul Haris Nicholaus, Sabtu (30/3/2019).

Detonator yang diamankan berjumlah 10 dus. Dalam 1 dus terdapat 100 detonator.

“Saat pemeriksaan badan dan barang penumpang inilah pihak kepolisian menemukan detonator tersebut dalam 10 dus. Istri pelaku termasuk lihai dan pintar, lebih dulu turun dari kapal dan kabur. Dari kemarin sampai semalam kita kejar dari Kabupaten Sidrap hingga Kabupaten Bone, tetapi yang bersangkutan belum berhasil kami tangkap,” jelas dia.

Hasri juga belum tahu detonator itu digunakan untuk bom ikan atau kegiatan lainnya. Kepolisian masih mendalami tujuan penggunaan detonator tersebut.

“Kita masih pengembangan, nanti hari Senin kami rilis,” tutur dia.

Penyelundupan detonator bukan pertama kalinya dilakukan lewat Pelabuhan Nusantara, Kota Parepare. Beberapa kali Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara berhasil menggagalkan penyelundupan barang-barang sejenis. Umumnya detonator ini digunakan sebagai alat picu ledak bom ikan di laut.

Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan sehingga masyarakat diharapkan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum seperti membawa alat peledak dan barang lain yang dilarang. Diharapkan kepada aparat keamanan untuk meningkatkan pengamanan di jalur keluar masuk barang dan orang. (RA/MCF)

Be the first to comment

Leave a Reply