Facebook Hapus Ratusan Akun Menyesatkan Pendukung Kemerdekaan Papua

Perusahaan sosial media, Facebook Inc mengumumkan telah menghapus ratusan halaman, grup, dan akun di platform-nya untuk perilaku tidak autentik yang terkoordinasi terkait dengan layanan media sosial di Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Nigeria.

Pihaknya telah menghapus 69 akun Facebook, 42 page dan 34 akun Instagram yang terlibat dalam perilaku tidak autentik terkoordinasi, yang berfokus pada masalah domestik di Indonesia.

Orang-orang yang berada di belakang jaringan tersebut menggunakan akun palsu untuk mengelola page atau halaman, menyebarkan konten dan mengarahkan orang ke situs di luar platform.

Sejak bulan September telah terjadi peningkatan akun Twitter dan Facebook palsu terkait Papua, hal tersebut menunjukkan bahwa konflik Papua dan Wamena terjadi secara terkoordinasi oleh pihak tertentu untuk mengacaukan keadaan demi tujuan sepihak yang jelas merugikan banyak orang.

Layanan Facebook di Indonesia menegaskan penghapusan jaringan lebih dari 100 akun palsu di Facebook dan Instagram mengunggah konten dalam bahasa Inggris dan Indonesia baik mendukung atau mengkritik gerakan kemerdekaan Papua Barat.

“Ini adalah jaringan halaman yang dirancang untuk tampil seperti organisasi media lokal dan organisasi advokasi,” kata David Agranovitch, Pemimpin Global Facebook untuk Gangguan Ancaman seperti dilansir dari Dailymail.

Meskipun orang-orang di balik kegiatan ini berusaha menyembunyikan identitas, namun tim Facebook menemukan tautan ke salah satu perusahaan media Indonesia InsightID.

Dia mengatakan kepada Reuters bahwa timnya, yang telah memantau Indonesia sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di Papua, telah melacak akun palsu, yang akan menyebarluaskan konten.

Telah terjadi lonjakan protes dan kerusuhan sejak akhir Agustus di Papua, yang memicu pertikaian berdarah terburuk dalam beberapa dekade pada September, yang mengakibatkan 33 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Para peneliti secara independen memperingatkan pada September bahwa telah terjadi peningkatan akun Twitter dan Facebook palsu terkait Papua, dengan beberapa akun palsu mengunggah konten pro-pemerintah.

Facebook berkomitmen untuk tetap menjadi platform yang terdepan, dengan membangun teknologi yang lebih baik, mempekerjakan lebih banyak orang dan bekerja lebih dekat dengan penegak hukum, pakar keamanan, dan perusahaan lain. Permasalahan jaringan kemerdekaan Papua menjadi tantangan yang yang berkelanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply