Jadi Ibu Kota Negara, Sahbirin: Kalsel Sangat Siap

AKRAB: Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor gigih memperjuangkan agar ibukota pindah ke Kalsel.
AKRAB: Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor gigih memperjuangkan agar ibukota pindah ke Kalsel.

Banuabicara.com – Kalimantan Selatan sangat siap jika pemerintah pusat benar- benar memilih menjadi ibu kota Indonesia pengganti DKI Jakarta. Hal itu dikemukakan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat diminta analisa komprehensif terkait kesiapan Kalsel menjadi ibu kota negara, Minggu (14/7).

Menurut Sahbirin, optimismenya cukup beralasan. Kalsel telah memiliki beberapa modal atau aset strategis yang dibutuhkan sebagai ibu kota pemerintahan negara.

Modal utama itu antara lain, ketersediaan lahan pembangunan fisik yang ideal, masuk pada kategori kawasan bebas bencana alam, memiliki pelabuhan perdagangan yang berada di laut yang dalam, ketersediaan bandar udara reprenstatif serta budaya masyarakat Kalsel yang dikenal ramah.

“Khusus untuk aset bandara, Insya Allah, tahun ini pengembangan bandara Syamsudin Noor akan selesai seiring dengan peningkatan status internasional,” terang Paman Birin.

Progres Pengembangan Bandara Syamsudin Noor dilaporkan sudah mencapai 74,5 persen . Bandara yang berada di Landasan Ulin, Banjarbaru ini ditargetkan beroperasi pada bulan Oktober 2019. Manajer Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Dadang Dian Hendiana memaparkan pengembangan bandara terbagi dua paket.

Paket pertama progresnya mencapai 67,5%, hal ini terlihat dari bentuk bangunan yang sudah jadi. Sementara untuk paket kedua mencapai 85,9 % terdiri dari insfrastruktur, bangunan penunjang, apron dan lain lain. Jika terminal lama bandara hanya mampu menampung 1,5 juta orang, sementara terminal baru bisa menampung tujuh juta orang pertahun.

Dibangunnya terminal baru antara lain disebabkan dalam tahun-tahun mendatang Bandara Syamsudin Noor akan banyak didatangi penumpang sehingga sejak kini perlu diantisipasi. Dirinya juga mengapresiasi langkah nyata Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor dalam mendorong percepatan pengembangan bandara Syamsudin Noor.

Terlebih Pemprov Kalsel telah mengalokasikan dana sebanyak Rp 40 miliar untuk peningkatan jalan akses masuk ke Bandara dari kilometer 17.

Menteri Bappenas, Bambang Brodjonegoro, baru – baru tadi menjelaskan wilayah yang dijadikan ibu kota harus minim dari risiko bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, erosi, dan karhutla. Selain itu sumber daya seperti air tanah harus mencukupi dan tidak tercemar.

Secara geografis Kalsel ideal karena juga berada di tengah-tengah Indonesia. Aksesnya terbuka dari seluruh penjuru Indonesia. Berada di sisi luar alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II, serta bebas dari gempa bumi dan gunung berapi.

Be the first to comment

Leave a Reply