Pembebasan Aisyah Dari Hukuman Mati Atas Kerjasama 5 Lembaga

Banuabicara.com– Siti Aisyah, warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Kim Jong-Nam berakhir, akhirnya dibebaskan hakim di pengadilan Malaysia.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa Jaksa Penuntut Umum di Malaysia telah menyatakan menghentikan tuntutan terhadap Siti Aisyah dan Hakim memutuskan tuntutan dihentikan sehingga Siti Aisyah bebas. Penghentian penuntutan terhadap Siti Aisyah karena Jaksa Penuntut Umum tidak dapat menghadirkan bukti sehingga membebaskan Siti Aisyah dari hukuman mati.

“Jaksa Penuntut Umum telah menyatakan “menghentikan tuntutan terhadap Siti Aisyah”. Pengacara meminta agar bukan hanya dihentikan tapi dibebaskan penuh. Namun Hakim memutuskan “Discharge Not Amounting to Acquital” (tuntutan dihentikan dan Siti Aisyah bebas),” jelas Iqbal kepada media, Senin (11/3/2019).

Hal itu berarti pihak jaksa penuntut tidak dapat menghadirkan bukti yang cukup untuk melanjutkan tuntutan terhadap Siti Aisyah sehingga mereka menghentikan atau mencabut tuntutan. Namun, jika di kemudian hari ditemukan bukti baru, bukan tidak mungkin Siti Aisyah akan dituntut.

Meski demikian, pencabutan tuntutan tetap berarti Siti Aisyah telah dibebaskan dari hukuman mati yang mengancamnya dan dapat kembali ke Indonesia. Iqbal mengatakan, keputusan tersebut adalah hasil dari upaya panjang dari pemerintah Indonesia yang melibatkan berbagai otoritas terkait.

Iqbal mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah hasil dari upaya panjang Pemerintah RI yang melibatkan berbagai otoritas terkait. Sejak 15 Februari 2019, Presiden Jokowi meminta Menlu berkoordinasi dengan Jaksa Agung, Ka BIN dan Kapolri untuk memberikan pendampingan dan pembelaan.

Pemerintahan Presiden Jokowi kembali melakukan perannya secara optimal dalam melindungi segenap rakyat Indonesia yang bermasalah hukum. Kasus Siti Aisyah telah menunjukkan besarnya kepedulian dan keseriusan Pemerintah membantu WNI menyelesaikan permasalahan di luar negeri. (RA/MCF)

Be the first to comment

Leave a Reply