Visi Misi Prabowo-Sandi tidak Menyelesaikan Persoalan di Indonesia

Banuabicara.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan visi misi dua kandidat Pilpres 2019. Visi misi calon pemimpin negara itu bisa disimak secara detail di laman resmi KPU.

Visi misi pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjadi perbincangan menarik, pasalnya dalam visi misi di bidang budaya tidak menyinggung pengembangan ideologi Pancasila.

Kemudian, visi misi Prabowo-Sandiaga tidak memiliki soal restorasi toleransi kerukunan dan sosial.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menilai apa yang sudah disampaikan itu tidak lengkap.

Karding mengatakan, pihaknya telah mengkaji dan membandingkan visi misi timnya dengan kubu Prabowo-Sandiaga. Menurut dia, hal itu jauh lebih pendek.

“Hasil kajian kami, mencoba membandingkan antara visi dan misi Pak Prabowo dan Pak Jokowi, kita sampai pada kesimpulan. Visi misi Pak Prabowo-Sandiaga ini jauh lebih pendek. Ya artinya tidak lengkap. Sementara visi misi Pak Jokowi jauh lebih lengkap dan menyeluruh atau komprehensif,” ungkap Karding di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Kemudian Karding mengatakan, visi misi Prabowo-Sandi juga tak memiliki perihal peningkatan kepeloporan pemuda dan kebudayaan. Padahal, menurut dia hal itu penting untuk dimasukkan ke dalam visi misi.

“Ini penting karena sebagai generasi ke depan, mereka harus betul-betul memahami budaya kita, bagaimana ke depan mengelola bangsa ini dengan basis kebudayaan,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Karding mengutarakan bahwa pada bidang lingkungan hidup, Karding menilai Prabowo-Sandi tak memasukkan soal pengembangan tata ruang terintegrasi dalam visi-misinya. Dia juga melihat ketiadaan soal mitigasi perubahan iklim.

Karding menilai harusnya Prabowo-Sandiaga dapat memasukkan soal pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan pengurangan emisi karbon. Karding menambahkan, Prabowo-Sandi tak memasukkan perihal pendidikan konservasi lingkungan serta tata kelola ruang terbuka hijau dalam visi-misinya.

“Kemudian tidak ada pembagian yang jelas mana visi misi, mana program aksi. Jadi masih harus kita pertanyakan ke depan,” ucapnya. Sebaliknya, Karding menyebut visi misi Jokowi-Ma’ruf jauh lebih komperhensif.

Sebagai calon pemimpin hendaknya Prabowo-Sandi menyiapkan visi misi yang dapat membawa Indonesia lebih baik lagi. Sehingga masyarakat tahu detail mana sesungguhnya visi misi program yang lebih konkret, siap, lengkap, mana yang sekedar jargon, dan mana yang tidak punya daya realitis dan bukan untu uji coba. Hal ini dapat dipastikan bahwa visi misi Prabowo-Sandi tidak dapat menyelesaikan persoalan di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply